Abhecuek's Blog

Pembuat Times New Roman

Posted in Unik, aneh dan lucu by abhecuek on 26 April 2010

MENYEBUT Times New Roman, tentu banyak orang yang tahu. Jenis huruf ini digunakan sebagai standar huruf dalam dunia pengetikan. Keberadaannya dikenal luas oleh orang dari berbagai kalangan profesi. Namun, seberapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman ini?

Huruf ini dirancang oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Stanley Morrison. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1889 di Wanstead, Inggris. Stanley tumbuh sebagai figur yang tidak memiliki pengetahuan tentang percetakan, namun di kemudian hari ia menempati banyak posisi penting di dunia tersebut. Pengetahuannya yang banyak dalam hal tipografi didapatkan sejak menjadi anggota percetakan The Pelican Press.

Kecintaannya pada Tuhan membuatnya banyak membaca buku-buku religius, bahkan karya tipografinya yang pertama juga ditujukan untuk gereja. Setelah keluar dari The Pelican Press, ia bekerja untuk Cloister Press di Manchester. Banyak desain-desain terbaiknya dihasilkan saat ia bekerja di perusahaan ini. Lagi-lagi, karyanya banyak mencerminkan latar belakang gereja katolik, hal ini terlihat pada ilustrasi dan berbagai macam dekorasi yang ia gunakan. Karena ia sangat membenci perang, gerakan antiperangnya membuat ia sempat dipenjara selama empat tahun (1914-1918).

Selama kurang lebih 30 tahun (1929-1960) Stanley Morrison menjadi konsultan huruf untuk koran The Times di London, Inggris. Sebagai konsultan huruf, pada tahun 1931 ia mengatakan pada Times, ”The Times merupakan koran yang telah memiliki pelanggannya sendiri, kita memerlukan sebuah huruf yang tidak sama dengan barang dagangan pada umumnya, huruf itu harus baik pada dasarnya, namun juga mencerminkan kekuatan dari garis, konsistensi, dan ekonomis bagi The Times”.

Karena kata-katanya itulah, 3 Oktober 1932 menjadi hari pemasaran jenis huruf “Times” ke khalayak ramai, karena pada hari itu untuk pertama kalinya koran The Times dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang dinamai seperti koran itu sendiri. Stanley Morisson bukan satu-satunya orang yang berada di balik layar kesuksesan huruf tersebut. Ia juga dibantu temannya bernama Victor Lardent sebagai orang yang menggambar rancangan huruf ini.

Huruf bernama Times ini dengan cepat menjadi sangat populer pada masa itu, banyak digunakan di koran, majalah, maupun buku lapor*an tahunan perusahaan. Huruf ini didaftarkan lisensinya ke The Monotype Corporation di Inggris, namun juga didaftarkan ke perusahaan lisensi Linotype di Amerika, karena koran The Times banyak mendaftarkan lisensi dari produk-produknya ke Linotype. Akhirnya, pada tahun 1945, The American Linotype Company mendaftarkan nama dagang ”Times Roman” secara terpisah, bukan sebagai bagian dari The Times ataupun Monotype. Di sinilah terjadi perbedaan nama untuk penggunaan huruf ini dalam komputer. Linotype dan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Adobe dan Apple Macintosh menggunakan nama ”Times Roman”, sedangkan Monotype dengan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Microsoft meng*gunakan nama “Times New Roman”.


Pada era ’80-an, Monotype mendesain ulang Times New Roman dan mengklaim bahwa huruf yang di desain ulang ini lebih baik daripada Times Roman yang dimiliki Linotype. Karena tidak mau kalah, pada periode waktu yang berdekatan, Adobe-Linotype juga meluncurkan seri baru dari huruf Times, yang tentu saja mereka mengklaim huruf yang baru juga lebih baik dibanding huruf milik Monotype. Pada kenyataannya, sebagian atau mungkin seluruh pengguna huruf ini tak akan menyadari atau bahkan tak akan mempermasalahkan perbedaan di antara keduanya walaupun huruf-huruf tersebut dicetak sangat jelas dengan ukuran 10 pt dalam resolusi tinggi 300 dpi.
Lepas dari berbagai pertentangan di atas, terbukti bahwa Stanley Morrison telah berhasil menciptakan huruf yang baik dengan ciri khasnya tersendiri sehingga jenis huruf ini terus dikenang dan digunakan oleh banyak kalangan hingga saat ini. Ia meninggal pada 11 Oktober 1967 di London, Inggris
.

Iklan
Tagged with: ,

Standar Kompetensi

Posted in Kuliah FIK by abhecuek on 25 April 2010

1. Pengertian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Konsep dasar Standar Kompetensi ditinjau dari segi etimologi terbentuk atas kata “Standar” dan “Kompetensi”. Kata “standar” diartikan sebagai ukuran atau patokan yang disepakati. Sedangkan kata “kompetensi” adalah kemampuan

melaksanakan tugas-tugas di tempat kerja yang mencakup penerapan keterampilan yang didukung oleh pengetahuan dan sikap sesuai dengan  kondisi

yang disyaratkan. Dari pengertian kedua kata tersebut, maka standar kompetensi

diartikan sebagai suatu ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan,

dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu

pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai- nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu.

Standar kompetensi tidak berarti hanya  kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain, standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti

pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Standar

kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan  suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu

pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, sesuai dengan kriteria unjuk kerja

yang dipersyaratkan. Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang bersangkutan akan memahami :

  1. Bagaimana mengerjakan suatu tugas/pekerjaan,
  1. Bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat

dilaksanakan,

  1. Apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan           rencana semula,
  2. Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk  memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi yang berbeda.

2. Standar Isi

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

  • kerangka dasar dan struktur kurikulum,
  • beban belajar,
  • kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • kalender pendidikan.

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

3. Manfaat Standar Kompetensi

Standar kompetensi dapat dimanfaatkan pada lembaga pendidikan dan pelatihan, perusahaan, dan lembaga sertifikasi profesi.

  1. Pada lembaga pendidikan dan pelatihan :
  2. Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan pengajaran, sekaligus mendorong konsistensi dalam menyelenggarakan  pendidikan dan pelatihan, serta menetapkan kualifikasinya.
  • Pada dunia usaha/perusahaan

Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama  dalam :

o  Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.

o  Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan

pengembangannya.

o  Membantu dalam merekrut tenaga kerja.

o  Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai

dengan kebutuhan perusahaan.

  • Pada lembaga sertifikasi profesi

Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan :

o  klasifikasi dan kualifikasi,

o  kriteria pengujian dan instrumen/alat ukur pengujian.

4. Struktur Standar Kompetensi

Struktur standar kompetensi pada setiap unit kompetensi minimal memuat unsur-unsur sebagai berikut :

  • Kode unit

Kode unit dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengolahannya. Kode unit terdiri dari beberapa huruf dan angka yang disepakati oleh pengembang.

  • Judul unit

Judul memberikan penjelasan umum tentang pekerjaan yang harus dilakukan di tempat kerja atau menjelaskan suatu pekerjaan yang akan dilakukan. Judul ditulis dengan mengarah pada hasil yang ingin dicapai dan harus ditulis singkat, jelas dan menggunakan kata kerja aktif.

  1. Deskripsi unit

Uraian memberikan gambaran singkat kegunaan unit  kompetensi tersebut  dan kemungkinan hubungan dengan kompetensi yang lain (bila ada)

  • Elemen kompetensi

Elemen kompetensi  merupakan dasar  pembentukan bangunan unit kompetensi atau merupakan unsur/aspek utama yang dibutuhkan untuk tercapainya unit kompetensi tersebut.

  • Kriteria Unjuk Kerja

Pernyataan yang mengidentifikasikan hasil akhir yang perlu dinilai, bila unit kompetensi tersebut telah dicapai. Kriteria unjuk kerja menunjukkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dituangkan dalam kalimat pasif, yang mengarah pada pembendaan. Kriteria unjuk kerja ini merupakan standar kerja untuk setiap elemen kompetensi..

  1. Batasan Variabel

Menjelaskan konteks unit kompetensi dengan kondisi pekerjaan unit yang akan dilakukan, prosedur atau  kebijakan yang harus dipatuhi pada saat melakukan pekerjaan tersebut serta informasi tentang peralatan dan fasilitas yang diperlukan.

  • Panduan Penilaian

Panduan penilaian berisi tentang penjelasan pelaksanaan pengujian dan unit kompetensi yang mungkin dipersyaratkan.   Acuan  penilaian sebagai indikator kompetensi dapat memberikan :

o  Aspek dari kompetensi yang perlu diberikan tekanan pada saat penilaian,

o  Penilaian apa yang perlu dilakukan bersamaan,

o  Pengetahuan yang diperlukan, terkait, dan mendukun tercapainya kompetensi tersebut,

o  Penjelasan tentang metode penilaian.

5. Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci adalah kemampuan dasar yang diperlukan untuk

menyelesaikan tugas/pekerjaan di suatu industri/bidang usaha.  Kompetensi kunci

harus :

  1. Merupakan hal penting untuk mendapatkan pekerjaan dan pendidikan lanjutan serta untuk kehidupan orang dewasa,
  2. Dapat dialihkan, artinya kompetensi kunci tidak boleh bersifat spesifik bidang pekerjaan,
  3. Terarah pada integrasi pengetahuan dan keterampilan,
  4. Terdiri dari hal-hal yang dapat dikembangkan melalui pelatihan,
  5. Dapat dinilai,
  6. Dapat bebas dari nilai-nilai budaya.

Kompetensi kunci pada dasarnya meliputi :

  1. Bahasa dan komunikasi,
  2. Matematika,
  3. Ilmu pengetahuan dan teknologi,
  4. Pemecahan masalah,
  5. Pengertian kultural,
  6. Pribadi dan antara pribadi,
  7. Merencanakan dan mengorganisasikan.

Kompetensi kunci terdiri atas :

  1. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis informasi,
  2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi,
  3. Merencanakan dan mengorganisasikan aktivitas-aktivitas,
  4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok,
  5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematik,
  6. Memecahkan masalah,
  7. Menggunakan teknologi.

Kompetensi kunci dibagi menjadi 3 tingkatan berdasarkan tingkat kesulitan

pekerjaan.

Tingkat 1  :  Kemampuan untuk mengerjakan tugas rutin menurut cara yang telah ditentukan, bersifat sederhana dan merupakan pengulangan,

serta sewaktu-waktu sering diperiksa perkembangannya. Maka unjuk

kerja tingkat-1 adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk

menjelaskan pekerjaan sederhana berulang-ulang secara efisien dan

memuaskan berdasar pada kriteria atau prosedur yang telah

ditetapkan dengan kemampaun mandiri. Untuk itu tingkat 1 ini harus

mampu :

o  Melakukan proses yang sederhana dan telah ditentukan,

o  Menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Tingkat  2  :  Kemampuan untuk mengerjakan tugas yang lebih luas dan lebih rumit yang ditandai dengan peningkatan otonomi pribadi terhadap

pekerjaannya sendiri dan pekerjaan tersebut kemudian diperiksa oleh

atasan setelah pekerjaan selesai. Maka unjuk kerja tingkat-2 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas/ pekerjaan yang menentukan pilihan, aplikasi dan integrasi dari sejumlah elemen atau data/informasi untuk membuat penilaian atas kesulitan proses dan hasil. Untuk itu, tingkat-2 ini harus mampu :

o  Mengelola atau menyelesaikan suatu proses,

o  Menentukan kriteria penilaian terhadap suatu  proses atau kerja

evaluasi terhadap suatu proses.

Tingkat  3  :  Kemampuan  untuk  mengerjakan kegiatan rumit dan tidak rutin yang dikerjakan sendiri dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan

orang lain. Unjuk kerja tingkat-3 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk mengevaluasi dan merancang kembali proses, menetapkan dan menggunakan prinsip-prinsip dalam rangka menentukan cara yang terbaik dan  tepat untuk menetapkan kriteria penilaian kualitas.  Untuk itu,  pada tingkat-3 ini harus mampu :

o  Menentukan prinsip dasar dan proses,

o  Mengevaluasi dan mengubah bentuk proses atau membentuk

ulang proses,

o  Menentukan kriteria untuk mengevaluasi dan/atau penilaian

proses.

Tagged with: