Abhecuek's Blog

Standar Kompetensi

Posted in Kuliah FIK by abhecuek on 25 April 2010

1. Pengertian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Konsep dasar Standar Kompetensi ditinjau dari segi etimologi terbentuk atas kata “Standar” dan “Kompetensi”. Kata “standar” diartikan sebagai ukuran atau patokan yang disepakati. Sedangkan kata “kompetensi” adalah kemampuan

melaksanakan tugas-tugas di tempat kerja yang mencakup penerapan keterampilan yang didukung oleh pengetahuan dan sikap sesuai dengan  kondisi

yang disyaratkan. Dari pengertian kedua kata tersebut, maka standar kompetensi

diartikan sebagai suatu ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan,

dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu

pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai- nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu.

Standar kompetensi tidak berarti hanya  kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain, standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti

pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Standar

kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan  suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu

pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, sesuai dengan kriteria unjuk kerja

yang dipersyaratkan. Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang bersangkutan akan memahami :

  1. Bagaimana mengerjakan suatu tugas/pekerjaan,
  1. Bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat

dilaksanakan,

  1. Apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan           rencana semula,
  2. Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk  memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi yang berbeda.

2. Standar Isi

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

  • kerangka dasar dan struktur kurikulum,
  • beban belajar,
  • kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • kalender pendidikan.

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

3. Manfaat Standar Kompetensi

Standar kompetensi dapat dimanfaatkan pada lembaga pendidikan dan pelatihan, perusahaan, dan lembaga sertifikasi profesi.

  1. Pada lembaga pendidikan dan pelatihan :
  2. Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan pengajaran, sekaligus mendorong konsistensi dalam menyelenggarakan  pendidikan dan pelatihan, serta menetapkan kualifikasinya.
  • Pada dunia usaha/perusahaan

Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama  dalam :

o  Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.

o  Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan

pengembangannya.

o  Membantu dalam merekrut tenaga kerja.

o  Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai

dengan kebutuhan perusahaan.

  • Pada lembaga sertifikasi profesi

Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan :

o  klasifikasi dan kualifikasi,

o  kriteria pengujian dan instrumen/alat ukur pengujian.

4. Struktur Standar Kompetensi

Struktur standar kompetensi pada setiap unit kompetensi minimal memuat unsur-unsur sebagai berikut :

  • Kode unit

Kode unit dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengolahannya. Kode unit terdiri dari beberapa huruf dan angka yang disepakati oleh pengembang.

  • Judul unit

Judul memberikan penjelasan umum tentang pekerjaan yang harus dilakukan di tempat kerja atau menjelaskan suatu pekerjaan yang akan dilakukan. Judul ditulis dengan mengarah pada hasil yang ingin dicapai dan harus ditulis singkat, jelas dan menggunakan kata kerja aktif.

  1. Deskripsi unit

Uraian memberikan gambaran singkat kegunaan unit  kompetensi tersebut  dan kemungkinan hubungan dengan kompetensi yang lain (bila ada)

  • Elemen kompetensi

Elemen kompetensi  merupakan dasar  pembentukan bangunan unit kompetensi atau merupakan unsur/aspek utama yang dibutuhkan untuk tercapainya unit kompetensi tersebut.

  • Kriteria Unjuk Kerja

Pernyataan yang mengidentifikasikan hasil akhir yang perlu dinilai, bila unit kompetensi tersebut telah dicapai. Kriteria unjuk kerja menunjukkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dituangkan dalam kalimat pasif, yang mengarah pada pembendaan. Kriteria unjuk kerja ini merupakan standar kerja untuk setiap elemen kompetensi..

  1. Batasan Variabel

Menjelaskan konteks unit kompetensi dengan kondisi pekerjaan unit yang akan dilakukan, prosedur atau  kebijakan yang harus dipatuhi pada saat melakukan pekerjaan tersebut serta informasi tentang peralatan dan fasilitas yang diperlukan.

  • Panduan Penilaian

Panduan penilaian berisi tentang penjelasan pelaksanaan pengujian dan unit kompetensi yang mungkin dipersyaratkan.   Acuan  penilaian sebagai indikator kompetensi dapat memberikan :

o  Aspek dari kompetensi yang perlu diberikan tekanan pada saat penilaian,

o  Penilaian apa yang perlu dilakukan bersamaan,

o  Pengetahuan yang diperlukan, terkait, dan mendukun tercapainya kompetensi tersebut,

o  Penjelasan tentang metode penilaian.

5. Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci adalah kemampuan dasar yang diperlukan untuk

menyelesaikan tugas/pekerjaan di suatu industri/bidang usaha.  Kompetensi kunci

harus :

  1. Merupakan hal penting untuk mendapatkan pekerjaan dan pendidikan lanjutan serta untuk kehidupan orang dewasa,
  2. Dapat dialihkan, artinya kompetensi kunci tidak boleh bersifat spesifik bidang pekerjaan,
  3. Terarah pada integrasi pengetahuan dan keterampilan,
  4. Terdiri dari hal-hal yang dapat dikembangkan melalui pelatihan,
  5. Dapat dinilai,
  6. Dapat bebas dari nilai-nilai budaya.

Kompetensi kunci pada dasarnya meliputi :

  1. Bahasa dan komunikasi,
  2. Matematika,
  3. Ilmu pengetahuan dan teknologi,
  4. Pemecahan masalah,
  5. Pengertian kultural,
  6. Pribadi dan antara pribadi,
  7. Merencanakan dan mengorganisasikan.

Kompetensi kunci terdiri atas :

  1. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis informasi,
  2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi,
  3. Merencanakan dan mengorganisasikan aktivitas-aktivitas,
  4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok,
  5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematik,
  6. Memecahkan masalah,
  7. Menggunakan teknologi.

Kompetensi kunci dibagi menjadi 3 tingkatan berdasarkan tingkat kesulitan

pekerjaan.

Tingkat 1  :  Kemampuan untuk mengerjakan tugas rutin menurut cara yang telah ditentukan, bersifat sederhana dan merupakan pengulangan,

serta sewaktu-waktu sering diperiksa perkembangannya. Maka unjuk

kerja tingkat-1 adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk

menjelaskan pekerjaan sederhana berulang-ulang secara efisien dan

memuaskan berdasar pada kriteria atau prosedur yang telah

ditetapkan dengan kemampaun mandiri. Untuk itu tingkat 1 ini harus

mampu :

o  Melakukan proses yang sederhana dan telah ditentukan,

o  Menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Tingkat  2  :  Kemampuan untuk mengerjakan tugas yang lebih luas dan lebih rumit yang ditandai dengan peningkatan otonomi pribadi terhadap

pekerjaannya sendiri dan pekerjaan tersebut kemudian diperiksa oleh

atasan setelah pekerjaan selesai. Maka unjuk kerja tingkat-2 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas/ pekerjaan yang menentukan pilihan, aplikasi dan integrasi dari sejumlah elemen atau data/informasi untuk membuat penilaian atas kesulitan proses dan hasil. Untuk itu, tingkat-2 ini harus mampu :

o  Mengelola atau menyelesaikan suatu proses,

o  Menentukan kriteria penilaian terhadap suatu  proses atau kerja

evaluasi terhadap suatu proses.

Tingkat  3  :  Kemampuan  untuk  mengerjakan kegiatan rumit dan tidak rutin yang dikerjakan sendiri dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan

orang lain. Unjuk kerja tingkat-3 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk mengevaluasi dan merancang kembali proses, menetapkan dan menggunakan prinsip-prinsip dalam rangka menentukan cara yang terbaik dan  tepat untuk menetapkan kriteria penilaian kualitas.  Untuk itu,  pada tingkat-3 ini harus mampu :

o  Menentukan prinsip dasar dan proses,

o  Mengevaluasi dan mengubah bentuk proses atau membentuk

ulang proses,

o  Menentukan kriteria untuk mengevaluasi dan/atau penilaian

proses.

Iklan
Tagged with:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Posted in Kuliah FIK by abhecuek on 23 April 2010
  1. Pengertian RPP
  • Perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran
  • Rencana yang mengambarkan prosedur dan pengoraginasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dlam silabus
  • Pembelajaran adalah proses yang ditata dan diatur menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan
  • RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
  • Berdasarkan PP 19 tahun 2005 pasal 20 menyatakan bahwa:

Perencanaan proses pembelajaran ,meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajra.

RPP adalah rencana atau perkiraan pembelajaran yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus dan ditata atau diatur menurut langkah-langkah tertentu yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar agar pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan.

PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP

1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, krea­tivitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis

Proses pembelajaran dirancang untuk mengembang­kan kegemaran membaca, pemahaman beragam ba­caan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, ke­giatan pembelajaran, indikator pencapaian kompeten­si, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengako­modasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegra­si, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

  1. Komponen RPP

Komponen RPP meliputi:

  1. Identitas Pelajaran

–              satuan pendidikan

–              kelas

–              semester

–              program studi

–              mata pelajaran atau tema pelajaran

–              jumlah pertemuan

  1. Standar Kompetensi

Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan sikap dan ketrampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan atau semester pada suatu mata pelajaran

  1. Kompetensi Dasar

Sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompentensi dalam suatu pembelajaran

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi

Perilaku yang dapat diukur dan atau di observasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

  1. Tujuan Pembelajaran

Menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar

  1. Materi Ajar

Memuat fakta konsep prinsip dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi

  1. Alokasi Waktu

Ditentukan sesuai dengankeperluan untuk pencapaian kompetensi dasar dan beban belajar

  1. Metode Pembelajaran

Digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan konsisi peserta didik serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai

  1. Kegiatan

–              Pendahuluan

Kegiatan awal dalam suatu pertemuan.

–              Inti

Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar.

–              Penutup

Kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas, dapat berupa rangkuman atau simpulan, penilaian, refleksi, umpan balik

  1. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses hasil belajar

  1. Sumber Belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi ajar, kegiatan dan indicator pencapaian kompetensi.

  1. B. Langkah-Langkah Penyusunan RPP

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.

Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.

I. Mencantumkan Identitas

Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah :

a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.

b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)

c. Indikator merupakan:

§ ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar

§ penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

§ dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.

§ rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

§ digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

d.Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.

II. Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.

Misalnya:

Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”.

Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:

1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.

2. menyebutkan bagian-bagian jantung.

3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.

4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.

Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.

III. Menetukan Materi Pembelajaran

Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.

Contoh:

Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.

Materi pembelajaran:

Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.

IV. Menentukan Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.

Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:

a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.

b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya.

V. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran

a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Pendahuluan

§ Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.

§ Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.

§ Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.

§ Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.

§ Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).

2. Kegiatan Inti

Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.

Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.

3. Kegiatan penutup

§ Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.

§ Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.

§ Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan.

b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

VI. Memilih Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.

Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

VII. Menentukan Penilaian

Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.